I walked a lonely mile in the moonlight
And though a million stars were shining
My heart was lost on a distant planet,  I’m mad about you, I’m mad about you. 

I’m mad about you, Sting

Pernah dengar opportunity cost?

Istilah econ ini menjelaskan adanya something yang lost, seperti manfaat atau keuntungan, karena kita memilih suatu opsi dibandingkan opsi lain. Misalnya, ada yg lagi dilema : kerja jadi executive aja atau jadi enterpreneur?

Katakanlah menjadi owner sebuah coffeshop. Kalo dia decide buka coffeshop, dia mungkin akan dapet omset yg lebih besar dibandingkan income seorang executive. Namun, omsetnya kan tidak bisa diprediksi dan tidak regular, beda dengan executive yg sudah bisa diprediksi dan pasti. Sebalikny, kalau decide jadi executive, akan dapet income regular sih, tapi peluang mendapat uang yg lebih besar (sebesar revenue dari coffeeshop) akan hilang.

Pernah ngeDP sesuatu dan sewaktu ngebatalin DP tidak dibalikin 100%? “Lho, kan gak jadi Bu, knpa duitnya gak dibalikin seluruhnya?”

 Wajar ! Kembali ke konsep opprtunity cost. Dengan dia diberikan DP, dia menahan barang tersebut utk kita. Jdi once ada orang yang mampir dan menawar barang tersebut, dia akan bilang : “Sudah ada yang ngeDP Mba”. Lalu krn satu dua hal akhirnya kita batalkan, padahal dia udah terlanjur menahan barang tersebut. Artinya dia kehilangan peluang dari orang lain karena kita. Padahal besok juga belum tentu ada yg mau lagi. Nah sebagai kompensasinya lah kenapa DP ga dibalikin 100%.

Selama janur kuning melengkung, gapapa menjalin hubungan dengan dua atau tiga orang sekaligus? Well, while Anda sedang menjalin hubungan dgn seseorang, dia akan menahan dirinya membuka hati bagi orang lain karena menghargai Anda. Lalu Anda akhirnya meninggalkan dia (karena org kedua atau ketiga) smntara dia melewatkan kesempatan menemukan orang lain karena Anda? Fair kah?

Atau,

Kalian udh komit untuk serius, but you make less effort utk bersama nya. Komunikasi kurang baik. Intensity ketemuan juga jarang. Tapi Anda bilang : aku sayang kamu dan slalu pikirin kamu. Tapi mohon mengerti aku kalau aku gak sempet bla bla. WHILE, dia udah mengalokasikan waktu, pikiran, dan hati nya untuk Anda, yg seharusnya bisa dialokasikan untuk org lain. Dia bahkan udah melewatkan kesempatan bertemu dgn orang lain, atau mengubah satu dua mimpinya agar rencana kalian berdua terwujud. Namun, berkomunikasi saja gak sempat? Fair gak sih?

***

Kamu bilang mau serius sama aku, trus bilang supaya kepercayaan gak disia-siain, tapi ini udah berapa hari kita gak komunikasian, ketemuan jarang padahal aku slalu kepikiran kamu, tapi kamu cuek aja, wajar gak sih aku marah?

***

Aku bukan posesif, atau pencemburu, cuma lulusan ekonomi kok!

And I have never in my life
Felt more alone than I do now
Although I claim dominions over all I see
It means nothing to me
There are no victories
In all our histories, without love 

I’m mad about you, I’m mad about you.

Advertisements